WhatsApp Icon

BAZNAS Lambar Perkuat Sinergi dengan Pemda untuk Penanggulangan Kemiskinan

10/06/2026  |  Penulis: Humas Lambar

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Lambar Perkuat Sinergi dengan Pemda untuk Penanggulangan Kemiskinan

Rapat Koordinasi

LIWA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan sejumlah organisasi perangkat daerah dalam upaya penanggulangan kemiskinan melalui Program PM Berkah. Sinergi tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Liwa, Rabu (10/6/2026).

Rapat dihadiri Ketua BAZNAS Lambar, Abdul Rosid, beserta para komisioner BAZNAS. Dari unsur pemerintah daerah hadir Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Eric Enriko Bachar, Kepala Dinas Sosial Aliyurdin, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Priyo Utomo, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Bambang Hermanto, serta perwakilan dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Ketua BAZNAS Lambar Abdul Rosid mengatakan, rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bupati Lambar Nomor 225 Tahun 2026 tentang Program PM BERKAH. Seluruh program yang dijalankan BAZNAS, menurut dia, perlu diintegrasikan dengan program pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

"Program yang dijalankan BAZNAS harus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lambar sehingga pelaksanaannya semakin tepat sasaran," kata Abdul Rosid.

Dalam pemaparannya, Plt Kepala BAPPEDA Lambar Eric Enriko Bachar menyebutkan bahwa angka kemiskinan di daerah tersebut memang menunjukkan tren penurunan. Namun, kelompok masyarakat rentan miskin masih cukup besar sehingga memerlukan perhatian bersama.

Menurut Eric, keterbatasan kapasitas fiskal daerah membuat upaya pengentasan kemiskinan tidak dapat sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah. Oleh sebab itu, diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BAZNAS.

"Kita tidak mungkin bekerja sendiri. Ada keterbatasan fiskal yang harus dihadapi. Karena itu, dukungan dari berbagai lembaga, termasuk BAZNAS, menjadi sangat penting," ujarnya.

BAPPEDA juga telah memetakan wilayah berdasarkan karakteristik kemiskinan menjadi tiga zona, yakni Zona Liwa, Zona Suoh, dan Zona Rigis. Setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan pola intervensi yang berbeda pula.

Zona Liwa lebih diarahkan pada pengurangan beban pengeluaran masyarakat dan penguatan perlindungan sosial. Zona Suoh difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar berbasis sektor pertanian, sedangkan Zona Rigis diarahkan pada peningkatan pendapatan melalui pengembangan ekonomi, hilirisasi kopi, dan usaha mikro kecil menengah.

Dalam forum tersebut, sejumlah organisasi perangkat daerah memberikan masukan kepada BAZNAS. Perwakilan Diskominfo menekankan pentingnya pembentukan tim teknologi informasi untuk mendukung digitalisasi dan pengembangan sistem pelaporan.

Kepala BPBD Lambar Padang Priyo Utomo. Ia menilai kontribusi BAZNAS dalam membantu masyarakat selama ini cukup besar, tetapi belum sepenuhnya diketahui masyarakat karena masih terbatasnya publikasi.

"Program-program yang sudah dilaksanakan perlu dipublikasikan secara lebih masif sehingga masyarakat mengetahui peran BAZNAS dalam mendukung pengentasan kemiskinan," kata Padang.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Sosial Lambar Aliyurdin. Menurut Aliyurdin, transparansi dan penyampaian informasi kepada publik menjadi faktor penting dalam memperkuat dukungan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setdakab Lambar Bambang Hermanto mendorong agar BAZNAS memperluas jejaring penghimpunan zakat dengan melibatkan kalangan pengusaha dan meningkatkan kualitas administrasi serta pelaporan.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Lampung Barat.

Lihat Daftar Rekening →