WhatsApp Icon

Berita Terkini

BAZNAS Kabupaten Lampung Barat Salurkan Bantuan Biaya Pengobatan untuk Warga Pekon Hanakau
BAZNAS Kabupaten Lampung Barat Salurkan Bantuan Biaya Pengobatan untuk Warga Pekon Hanakau
LAMPUNG BARAT, 14 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lampung Barat kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan. Pada Selasa (14/07/2026), BAZNAS Kabupaten Lampung Barat resmi menyalurkan bantuan biaya pengobatan kepada Ananda Rangga Fernando (17), warga Pekon Hanakau, Kecamatan Balik Bukit. Ananda Rangga Fernando diketahui saat ini tengah berjuang melawan penyakit usus buntu serta maag kronis yang dideritanya. Mengingat kondisi kesehatan dan kebutuhan biaya medis yang mendesak, pihak BAZNAS bergerak cepat untuk memberikan dukungan finansial bagi keluarga. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Lampung Barat kepada perwakilan keluarga besar Ananda Rangga Fernando. Penyerahan bantuan ini menjadi wujud nyata dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan kembali kepada para mustahik yang sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat musibah kesehatan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Lampung Barat menyampaikan rasa empatinya atas kondisi yang dialami oleh Ananda Rangga. Ia berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata serta meringankan beban keluarga dalam membiayai proses pengobatan hingga Ananda Rangga kembali pulih. "Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan biaya pengobatan Ananda Rangga Fernando. Semoga beliau diberikan kekuatan, kesabaran, dan segera diangkat penyakitnya sehingga dapat kembali beraktivitas seperti sediakala," ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Lampung Barat. Pihak keluarga penerima bantuan menyambut baik dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BAZNAS Kabupaten Lampung Barat atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Dukungan ini diharapkan menjadi motivasi bagi keluarga untuk tetap optimis dalam menghadapi proses pengobatan Ananda Rangga.
14/07/2026 | Humas BAZNAS Lambar
BAZNAS Lampung Barat Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran Ponpes Sunan Bonang
BAZNAS Lampung Barat Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran Ponpes Sunan Bonang
LAMPUNG BARAT – Sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah yang menimpa masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lampung Barat hadir memberikan bantuan kemanusiaan bagi Pondok Pesantren Sunan Bonang, Pekon Padang Cahya, Kecamatan Balik Bukit, yang mengalami musibah kebakaran. Peristiwa kebakaran yang melanda kompleks pondok pesantren tersebut terjadi pada Rabu, 8 Juli 2026, sekira pukul 07.20 WIB. Musibah ini menghanguskan sejumlah fasilitas pondok pesantren, sehingga menyebabkan kerugian material dan mengganggu aktivitas belajar mengajar para santri. Dalam upaya memberikan dukungan moral dan material, Ketua BAZNAS Kabupaten Lampung Barat mendampingi Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus, bersama Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lampung Barat saat meninjau langsung lokasi kejadian, Rabu (8/7/2026). Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Lampung Barat menyerahkan bantuan kemanusiaan sebagai bentuk solidaritas untuk meringankan beban pihak pesantren dalam proses pemulihan pascakejadian. Bantuan diserahkan secara langsung oleh Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus, kepada pengurus Pondok Pesantren Sunan Bonang, Bapak Ahmad Rosyidin. Pihak BAZNAS Kabupaten Lampung Barat menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah tersebut dan berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam merespons cepat kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana melalui pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Bapak Ahmad Rosyidin, selaku perwakilan pengurus Pondok Pesantren Sunan Bonang, menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat serta BAZNAS. Bantuan tersebut dinilai sangat berarti untuk membantu memulihkan kondisi sarana dan prasarana pesantren yang terdampak musibah kebakaran.
14/07/2026 | Humas BAZNAS Lambar
BAZNAS Lambar Perkuat Sinergi dengan Pemda untuk Penanggulangan Kemiskinan
BAZNAS Lambar Perkuat Sinergi dengan Pemda untuk Penanggulangan Kemiskinan
LIWA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan sejumlah organisasi perangkat daerah dalam upaya penanggulangan kemiskinan melalui Program PM Berkah. Sinergi tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Liwa, Rabu (10/6/2026). Rapat dihadiri Ketua BAZNAS Lambar, Abdul Rosid, beserta para komisioner BAZNAS. Dari unsur pemerintah daerah hadir Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Eric Enriko Bachar, Kepala Dinas Sosial Aliyurdin, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Priyo Utomo, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Bambang Hermanto, serta perwakilan dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Ketua BAZNAS Lambar Abdul Rosid mengatakan, rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bupati Lambar Nomor 225 Tahun 2026 tentang Program PM BERKAH. Seluruh program yang dijalankan BAZNAS, menurut dia, perlu diintegrasikan dengan program pemerintah daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. "Program yang dijalankan BAZNAS harus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lambar sehingga pelaksanaannya semakin tepat sasaran," kata Abdul Rosid. Dalam pemaparannya, Plt Kepala BAPPEDA Lambar Eric Enriko Bachar menyebutkan bahwa angka kemiskinan di daerah tersebut memang menunjukkan tren penurunan. Namun, kelompok masyarakat rentan miskin masih cukup besar sehingga memerlukan perhatian bersama. Menurut Eric, keterbatasan kapasitas fiskal daerah membuat upaya pengentasan kemiskinan tidak dapat sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah. Oleh sebab itu, diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BAZNAS. "Kita tidak mungkin bekerja sendiri. Ada keterbatasan fiskal yang harus dihadapi. Karena itu, dukungan dari berbagai lembaga, termasuk BAZNAS, menjadi sangat penting," ujarnya. BAPPEDA juga telah memetakan wilayah berdasarkan karakteristik kemiskinan menjadi tiga zona, yakni Zona Liwa, Zona Suoh, dan Zona Rigis. Setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan pola intervensi yang berbeda pula. Zona Liwa lebih diarahkan pada pengurangan beban pengeluaran masyarakat dan penguatan perlindungan sosial. Zona Suoh difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar berbasis sektor pertanian, sedangkan Zona Rigis diarahkan pada peningkatan pendapatan melalui pengembangan ekonomi, hilirisasi kopi, dan usaha mikro kecil menengah. Dalam forum tersebut, sejumlah organisasi perangkat daerah memberikan masukan kepada BAZNAS. Perwakilan Diskominfo menekankan pentingnya pembentukan tim teknologi informasi untuk mendukung digitalisasi dan pengembangan sistem pelaporan. Kepala BPBD Lambar Padang Priyo Utomo. Ia menilai kontribusi BAZNAS dalam membantu masyarakat selama ini cukup besar, tetapi belum sepenuhnya diketahui masyarakat karena masih terbatasnya publikasi. "Program-program yang sudah dilaksanakan perlu dipublikasikan secara lebih masif sehingga masyarakat mengetahui peran BAZNAS dalam mendukung pengentasan kemiskinan," kata Padang. Hal senada disampaikan Kepala Dinas Sosial Lambar Aliyurdin. Menurut Aliyurdin, transparansi dan penyampaian informasi kepada publik menjadi faktor penting dalam memperkuat dukungan masyarakat. Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setdakab Lambar Bambang Hermanto mendorong agar BAZNAS memperluas jejaring penghimpunan zakat dengan melibatkan kalangan pengusaha dan meningkatkan kualitas administrasi serta pelaporan.
10/06/2026 | Humas BAZNAS Lambar